PBB, (Xinhua): Dewan Keamanan PBB pada hari Kamismengecam keras aksi tentara pemberontak merebut kekuasaandengan kekerasan di Mali, dan menuntut pembebasan semuapejabat ditahan termasuk beberapa menteri ditangkap selama kudeta militer.
Kecaman itu termuat dalam pernyataan yang dibacakan kepada pers di sini oleh Mark Lyall Grant, Inggris duta besar PBB yang memegang kepresidenan bergilir Dewan Keamanan untuk bulan Maret, setelah 15 - bangsa badan PBB bertemu di balik pintu tertutup untuk mendengar briefing dari situasi saat ini di Mali.
"Para anggota Dewan Keamanan sangat mengutuk penyitaanpaksa kekuasaan dari pemerintah yang terpilih secara demokratisMali oleh beberapa elemen angkatan bersenjata Mali," kata pernyataan itu. "Mereka memanggil elemen ini untuk menjaminkeselamatan dan keamanan Presiden Amadou Toumani Toure dankembali ke barak mereka."
Para anggota dewan "menuntut pembebasan semua pejabat Maliditahan," kata pernyataan itu menambahkan, "Para anggota Dewan Keamanan panggilan untuk pemulihan langsung dari hukum konstitusi dan pemerintah yang terpilih secara demokratis."
Tentara pemberontak telah merebut kekuasaan di Mali setelah menyerbu istana kepresidenan dan menangkap beberapa menteri pemerintah, juru bicara tentara pemberontak, Kamis.
Komite Nasional untuk Redressment Demokrasi dan PemulihanNegara (CNRDR) mengumumkan melalui radio dan televisi di Mali4:40 pagi waktu setempat pada hari Kamis bahwa mereka telahmenggulingkan Presiden Mali Amadou Toumani Toure.
"Mereka juga menyerukan pelestarian proses pemilu seperti yang telah dijadwalkan sebelumnya," tambah pernyataan itu. "Para anggota Dewan Keamanan mendesak semua pihak untuk menahan diri maksimal, menahan diri dari kekerasan, dan tetap tenang."
"Para anggota dari upaya Dewan Keamanan diterima olehUNOWA (Kantor PBB di Afrika Barat) dan mitra internasionalterutama Uni Afrika dan ECOWAS (Masyarakat Ekonomi Negara Afrika Barat) dan selanjutnya mengungkapkan niat mereka untukterus mengikuti erat evolusi situasi di Mali, "kata pernyataan itu.
"Para anggota Dewan Keamanan menekankan perlunya untuk menegakkan dan menghormati kedaulatan, kesatuan, dan keutuhan wilayah Mali," kata pernyataan itu.
Sebelumnya pada Kamis, B. Lynn Pascoe, PBB bawah Sekretaris Jenderal untuk urusan politik, mengatakan kepada wartawansetelah ia briefing dewan Mali, bahwa PBB memiliki kekhawatiran yang signifikan tentang situasi di Mali, di mana presiden telahdigulingkan.
"Jelas kudeta telah dilakukan," kata Pascoe. "Kekhawatiran kamitentang masalah ini sangat kuat Mereka harus kembali ke tatanankonstitusional secepat mungkin.."
blog adalah sesuatu berbagi untuk semua. jika kita memiliki informasi sesuatu, berbagilah dengan yang lain.
Popular Posts
-
Bawang putih memiliki banyak khasiat. Bawang putih merupakan salah satu bumbu utama yang wajib Anda miliki di dapur karena dapat digunaka...
-
Hati-hati, stres bisa membuat makan Anda lebih lahap tanpa kendali. Ketika dirundung rasa sedih, biasanya apa yang Anda lakukan? Kebanya...
-
Pikun di usia muda, Oh tidak! Anda tentu tidak menginginkan hal ini terjadi pada diri anda. Pikun biasanya disebabkan karena menurunnnya ...
-
Ini camilan enak di waktu senggang. Apa yang akan Anda lakukan saat sedang tidak mood ? Beberapa dari Anda, pasti akan menjawab dengan ra...
Jumat, 23 Maret 2012
Minggu, 30 Oktober 2011
SANGKAKALA KIAMAT DI TEMUKAN
Sekitar enam tahun silam sekelompok ilmuwan yang dipimpin oleh Prof. Frank Steiner dari Universitas Ulm, Jerman melakukan observasi terhadap alam semesta untuk menemukan bentuk sebenarnya dari alam semesta raya ini sebab prediksi yang umum selama ini mengatakan bahwa alam semesta berbentuk bulat bundar atau prediksi lain menyebutkan bentuknya datar saja.
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)
Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!
Menggunakan sebuah peralatan canggih milik NASA yang bernama “Wilkinson Microwave Anisotropy Prob” (WMAP), mereka mendapatkan sebuah kesimpulan yang sangat mencengangkan karena menurut hasil penelitian tersebut alam semesta ini ternyata berbentuk seperti terompet.
Di mana pada bagian ujung belakang terompet (baca alam semesta) merupakan alam semesta yang tidak bisa diamati (unobservable), sedang bagian depan, di mana bumi dan seluruh sistem tata surya berada merupakan alam semesta yang masih mungkin untuk diamati (observable)
Bentuk Alam Semesta
Di dalam kitab Tanbihul Ghofilin Jilid 1 hal. 60 ada sebuah hadits panjang yang menceritakan tentang kejadian kiamat yang pada bagian awalnya sangat menarik untuk dicermati.
Abu Hurairah ra berkata : Rasulullah saw bersabda :“Ketika Allah telah selesai menjadikan langit dan bumi, Allah menjadikan sangkakala (terompet) dan diserahkan kepada malaikat Isrofil, kemudian ia letakkan dimulutnya sambil melihat ke Arsy menantikan bilakah ia diperintah”. Saya bertanya : “Ya Rasulullah apakah sangkakala itu?” Jawab Rasulullah : “Bagaikan tanduk dari cahaya.” Saya tanya : “Bagaimana besarnya?” Jawab Rasulullah : “Sangat besar bulatannya, demi Allah yang mengutusku sebagai Nabi, besar bulatannya itu seluas langit dan bumi, dan akan ditiup hingga tiga kali. Pertama : Nafkhatul faza’ (untuk menakutkan). Kedua : Nafkhatus sa’aq (untuk mematikan). Ketiga: Nafkhatul ba’ats (untuk menghidupkan kembali atau membangkitkan).”
Dalam hadits di atas disebutkan bahwa sangkakala atau terompet malaikat Isrofil itu bentuknya seperti tanduk dan terbuat dari cahaya. Ukuran bulatannya seluas langit dan bumi. Bentuk laksana tanduk mengingatkan kita pada terompet orang – orang jaman dahulu yang terbuat dari tanduk.
Kalimat seluas langit dan bumi dapat dipahami sebagai ukuran yang meliputi/mencakup seluruh wilayah langit (sebagai lambang alam tak nyata/ghoib) dan bumi (sebagai lambang alam nyata/syahadah). Atau dengan kata lain, bulatan terompet malaikat Isrofil itu melingkar membentang dari alam nyata hingga alam ghoib.
Jika keshohihan hadits di atas bisa dibuktikan dan data yang diperoleh lewat WMAP akurat dan bisa dipertanggungjawabkan maka bisa dipastikan bahwa kita ini bak rama – rama yang hidup di tengah – tengah kaldera gunung berapi paling aktif yang siap meletus kapan saja.
Dan Allah telah mengabarkan kedahsyatan terompet malaikat Isrofil itu dalam surah An Naml ayat 87 : “Dan pada hari ketika terompet di tiup, maka terkejutlah semua yang di langit dan semua yang di bumi kecuali mereka yang di kehendaki Allah. Dan mereka semua datang menghadapNya dengan merendahkan diri.”
Makhluk langit saja bisa terkejut apalagi makhluk bumi yang notabene jauh lebih lemah dan lebih kecil. Pada sambungan hadits di atas ada sedikit preview tentang seperti apa keterkejutan dan ketakutan makhluk bumi kelak.
“Pada saat tergoncangnya bumi, manusia bagaikan orang mabuk sehingga ibu yang mengandung gugur kandungannya, yang menyusui lupa pada bayinya, anak – anak jadi beruban dan setan – setan berlarian.”
Ada sebuah pertanyaan yang menggelitik, jika terompetnya saja sebesar itu, bagaimana dengan peniupnya dan bagaimana pula Sang Pencipta keduanya? Maha Besar Engkau Ya Allah, Allahu Akbar!
Langganan:
Postingan (Atom)
