Blog Nur Wahyu

Nur Wahyu's world

Popular Posts





Minggu, 24 Mei 2015

Cara Canggih Deteksi Dini Stroke: Dengan "Infus"

Banyak hal yang bisa menyebabkan stroke, termasuk hipertensi.

Cara Canggih Deteksi Dini Stroke: Dengan "Infus"Jangan pernah meremehkan rasa sakit seperti nyeri di kepala, mati rasa di sebagian anggota tubuh atau adanya gangguan penglihatan.

Anda perlu waspada jika mengalami tiga masalah kesehatan tersebut. Karena bisa jadi, itu adalah rambu yang menunjukkan adanya gejala stroke.

Stroke dapat disebabkan karena hipertensi, kelainan jantung, usia, kelainan pembuluh darah, obesitas, dan gaya hidup yang tak sehat.

Anda juga harus menjaga pola makan, rutin olahraga dan menghentikan kebiasaan merokok juga konsumsi alkohol jika tak ingin mengidap stroke.

Nah, jika Anda mengalami gejala tersebut, sebaiknya segera lakukan deteksi dini stroke dan memeriksakannya ke dokter.

Saat ini, Anda bahkan bisa melakukan deteksi dini stroke dengan alat canggih. Sebab, sudah ada teknik atau metode yang dapat mendeteksi adanya penyakit ini.

Rumah Sakit Bethsaida yang berdiri sejak 12 Desember 2012 telah menghadirkan pelayanan Digital Substraction Angiography (DSA) sebagai upaya untuk membantu masyarakat Indonesia.

Dr. dr. Jacub Pandelaki, Sp.Rad (K), sebagai dokter spesialis radiologi intervensi mengatakan bahwa DSA otak merupakan pemeriksaan "golden standard" dari pembuluh darah otak untuk melihat aliran di pembuluh darah arteri hingga ke jaringan lalu ke vena.

Dengan menggunakan alat angiografi atau kateterisasi, sinar X-ray secara "real time" memantau pembuluh darah sehingga pembuluh darah akan terlihat.

"DSA ini seperti infus ya. Disuntik di bagian paha, dari monitor akan terlihat pembuluh darah hingga ke otak. Dan tidak lebih dari empat jam. Jika lebih, sumbatan akan mengeras dan sulit diangkat," kata Dr. dr. Jacub, sapaan akrabnya di Penang Bistro, Jakarta Pusat, Kamis 9 April.

Cara Menghadapi Orang dengan Demensia

Dukungan dan cinta untuk penderita demensia. 

Menurut data yang dimiliki Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, masyarakat Indonesia yang mengalami demensia atau kepikunan, per 2015 sudah lebih dari 1 juta jiwa. Kondisi ini semakin diperparah dengan kemungkinan penderita yang akan meningkat hingga 2 juta jiwa pada 2030.
Namun sayangnya, tidak banyak masyarakat Indonesia yang mengerti dan bahkan mengetahui apa arti dari demensia, dan bagaimana menghadapinya.
Ketahui Cara Menghadapi Orang dengan Demensia
Dalam hal ini, dapat dilihat dari kacamata si penderita. Berdasarkan hasil penelitian dari Alzheimer's Desease International pada 2012, banyak penderita mengalami demensia atau kepikunan yang dipicu oleh beberapa hal seperti malu, terisolasi, kehilangan kemampuan melakukan kegiatan, hingga kehilangan status di dalam masyarakat.

"Hal ini tentunya berkaitan dengan bagaimana lingkungan memperlakukan si penderita," ujar Nicole Batschc, seorang peneliti Alzheimer dari Kings College, di London, Inggris. 

Untuk itu, menurut Nicole, ada beberapa hal yang bisa dilakukan dalam menghadapi orang dengan demensia atau ODD, agar gejala demensia tidak semakin parah dan menyebabkan gangguan lain seperti Alzheimer, salah satunya. 

Kunci utamanya, menurut Nicole, ialah pemberdayaan lansia. "Buatlah lansia lebih aktif, dengan hobi atau kegiatan yang banyak. Berbicara di depan publik, dan melakukan kegiatan yang melatih kerja otak seperti main catur, teka teki silang," ujar dia, di sela presentasinya mengenai penyakit Demensia Alzheimer di Pusat Kebudayaan Belanda, Selasa, 7 April 2015. 

"Semua kegiatan yang disukai itu bisa membuat otak serta tubuh penderita tidak mati karena usia senja," tuturnya. 

Nicole juga menjelaskan, memperlakukan ODD bukan berarti harus menjauhkannya dari semua kegiatan yang biasa dilakukannya sebelum terkena demensia. Berikanlah kepercayaan pada ODD dalam melakukan semua kegiatan. "Namun, jangan lepaskan dampingan Anda," ujarnya. 

Yang terakhir yang tak kalah penting ialah menjaga koneksi dengan ODD di mana pun dan kapan pun dibutuhkan. Selalu ajak berkomunikasi dan berikan perhatian serta dukungan kepada ODD, agar penderita tidak semakin merasa terpojok, dan semakin memperburuk kondisi kesehatannya.

"Periksakan ke dokter dan selalu dampingi dengan kasih sayang," kata Nicole.

Gold price


gold price charts provided by goldprice.org